Ketika kita berada dikelas 3 SMA, kita
akan dihadapkan pilihan yang menyangkut masa depan kita, melanjutkan sekolah
atau bekerja untuk membantu orang tua. Mungkin bagi mereka yang berasal dari
SMK mereka mempunyai keterampilan untuk bekerja sesuai sesuai dengan jurusan
yang mereka pilih. Berbeda dengan mereka yang berasal dari SMA, mereka dituntut
untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Karena di
zaman sekarang susah mencari kerja jika kita hanya lulusan SMA. Itulah yang
terjadi padaku. Ketika SMA aku masuk ke jurusan IPA, jurusan yang sebenarnya
tidak saya inginkan. Sebenarnya sebelum ada penjurusan di SMA aku sudah
memikirkan untuk kuliah dijurusan apa nantinya, tapi semua itu buyar ketika
saya lebih memilih untuk masuk ke jurusan IPA. Ketika duduk sebagai murid kelas
3 kami dituntut untuk memilih jurusan dan Universitas mana yang akan menjadi
tempat kita menuntut ilmu selanjutnya.
Karena ketika aku masuk jurusan IPA tidak sepenuh hati dari dalam diriku, alhasil aku malas – malasan dalam belajar tetapiya nilai ga jelek – jelek juga, walaupun aku malas – malasan. Ketika awal sebagai murid di jurusan IPA aku sudah memikirkan untuk mengambil jurusan yang menyangkut jurusan ku yaitu IPA. Aku memutuskan untuk mengambil jurusan teknik lingkungan. Entah mengapa aku suka banget sama jurusan itu padahal aku tidak terlalu tahu tentang jurusan itu hahaha. Tapi ketika lulus SMA saya merasa putus asa untuk mengambil jurusan yang berhubungan dengan IPA. Aku sudah terlanjur putus asa setelah menghadapi Ujian Nasional, baru merasa bahwa jurusan IPA itu susah banget dan aku ga mau ketemu sama yang namanya fisika dan kimia lagi.
Akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar di Institut Manajemen Telkom dan dengan ga sengaja diterima di jurusan yang memang sudah ku inginkan dari dulu, mungkin ini jalan yang diberikan Tuhan untukku. Sebenarya mama ku ga setuju kalau aku kuliah di luar Balikpapan karena alasannya aku adalah anak perempuan satu – satunya, takut aku kenapa – kenapa. Tapi aku tetap nekat dan bapak ku pun mendukung. Akhirnya aku menjadi mahasiswi di Institut Manajemen Telkom di Jurusan Ilmu Komunikasi (Broadcasting). Aku akan belajar sebaik mungkin untuk membuat orang tuaku bangga dengan ku yang telah jauh – jauh menyekolahkan ku di Bandung.
Karena ketika aku masuk jurusan IPA tidak sepenuh hati dari dalam diriku, alhasil aku malas – malasan dalam belajar tetapiya nilai ga jelek – jelek juga, walaupun aku malas – malasan. Ketika awal sebagai murid di jurusan IPA aku sudah memikirkan untuk mengambil jurusan yang menyangkut jurusan ku yaitu IPA. Aku memutuskan untuk mengambil jurusan teknik lingkungan. Entah mengapa aku suka banget sama jurusan itu padahal aku tidak terlalu tahu tentang jurusan itu hahaha. Tapi ketika lulus SMA saya merasa putus asa untuk mengambil jurusan yang berhubungan dengan IPA. Aku sudah terlanjur putus asa setelah menghadapi Ujian Nasional, baru merasa bahwa jurusan IPA itu susah banget dan aku ga mau ketemu sama yang namanya fisika dan kimia lagi.
Akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar di Institut Manajemen Telkom dan dengan ga sengaja diterima di jurusan yang memang sudah ku inginkan dari dulu, mungkin ini jalan yang diberikan Tuhan untukku. Sebenarya mama ku ga setuju kalau aku kuliah di luar Balikpapan karena alasannya aku adalah anak perempuan satu – satunya, takut aku kenapa – kenapa. Tapi aku tetap nekat dan bapak ku pun mendukung. Akhirnya aku menjadi mahasiswi di Institut Manajemen Telkom di Jurusan Ilmu Komunikasi (Broadcasting). Aku akan belajar sebaik mungkin untuk membuat orang tuaku bangga dengan ku yang telah jauh – jauh menyekolahkan ku di Bandung.
