Sunday, June 9, 2013

Babel

Babel, ya pertama kali ketika Pak Syaiful bilang kalau kelompok saya harus meriview film babel yang terpikir oleh saya aalah sebuah kisah dimana babel adalah nama sebuah menara yang menjulang tinggi. Kisah ini sering saya dengar ketika saya ikut sekolah minggu di gereja ketika saya masih SD. Tapi setelah saya melihat cover depan dari dvd itu, ternyata apa yang saya pikirkan salah. Padahal kalau memang babel ini kisah tentang menara yang menjulang tinggi itu, saya berencana tidak akan menonton film ini karena saya masih hafal sedikit tentang kisah.

Oke sekarang mari membahas tentang babel yang ada di film ini. Babel dalam film ini menceritakan tentang sebuah kisah yang memiliki 3 latar belakang tempat yag berbeda dengan orang - orang yang berbeda pula disetiap setting tempat tersebut.

Cerita berawal dari gurun pasir di Maroko ada 2 orang anak yang bernama Yossef dan Ahmed yang diberi hadiah senapan oleh ayah mereka. Hadiah ini sebenranya untuk melindungi ke dua anaknya dari serangan serigala ketika mereka menggembalakan kaming mereka. Ketika kedua anak itu sedang mengembalakan kambing mereka mencoba senapan itu lagi, mereka mencoba apakah benar senapan ini bisa mencapai kejauhan 3 km. Lalu Yossef menembak sebuah bus yang berisi segerombolan turis - turis dari Amerika yang  sedang berlibur di Maroko. Dan tembakan itu mengenai Susan istri dari Richard. 

Kemudian cerita berlanjut ke tempat yang berbeda tapi masih memiliki hubungan dengan karakter yang ada pada cerita sebelumnya. Seorang wanita yang bernama Amelia yang menjadi pengasuh dua orang anak di hadapkan pada sebuah masalah. Dia mendapat telpon dari majikannya yaitu Richard dan dia sempat meminta ijin kepada Richard untuk pulang ke Meksiko karena anaknya akan menikah. Akan tetapi Richard tidak memberinya ijin untuk pulang, akhirnya dia memutuskan untuk membawa ke dua anak majikannya itu untuk pergi ke Meksiko. Mereka dijemput oleh keponakan Amelia.

Sesampainya di Meksiko ke dua anak majikan itu mendapatkan hal - hal yang sebelumnya belum pernah mereka hadapi tapi mereka berhasil beradaptasi dengan lingkungan di sana. Masalah muncul ketika mereka pulang ke San Diego, di perbatasan ketika ingin memasuki San Diego Amelia dan keponakannya (Santiago) dicurigai sebagai penculik anak. Karena takut tertangkap Santiago memutuskan untuk kabur dan membuang Amelia dan kedua anak itu di tengah padang belantara.

Berlanjut ke cerita ke tiga yaitu kisah Seorang gadis Jepang yang bernama Chieko yang memiliki ketidak sempurnaan karena dia mengalami bisu dan tuli sejak kecil. Sang ayah Yasujhiro berusaha untuk memperhatikan putrinya itu tapi putrinya itu acuh tak acuh terhadap perhatian ayahnya. Kehidupan Cheiko sangat memprihatinkan, dia berusaha untuk menjadi orang yang disukai oleh banyak orang dan tidak ingin dikucilkan. 

Ternyata ayah Cheiko terlibat dalam kasus penembakan Susan. Bukan terlibat secara langsung tapi dulu ketika ayahnya pergi berburu ke Maroko dia memberikan senapan yang dimilikinya ke tour guidenya. Nah tour guidenya menjual senapan itu ke ayahnya Yossef dan Ahmed. 

Semua adegan yang ada di film ini saling berhubungan satu sama lain (ada benang merahnya). Sutradara bisa menyatukan 3 setting tempat yang berbeda dengan ceritanya masing - masing namun tetap ada relasi antara cerita satu dan cerita yang lainya. 

Apa pun yang kita kerjakan atau yang ingin kita lakukan sebaiknya di pikirkan terlebih dahulu, karena semua tindakan atau pekerjaan ada yang membawa hal positif ada pula yang membawa hal negatif. 

Do what you can, with what you have, where you are -Theodore Roosevelt