Novel ini menceritakan kisah dari sepasang kekasih bernama Penelope dan Mark yang ingin menikah. Mark memberikan uang 15.000 poundsterling kepada Penelope untuk biaya pernikahan mereka. Pernikahan impian Penelope pun bisa terwujud dengan biaya pernikahan yang diberikan Mark.Tapi sayangnya Penelope yang suka ikut judi online, menggunkana duit itu untuk dijadikan jaminan, alih-alih mendapat untung malah apes yang di dapat Penelope. Dia kehialangan 10.000 poundsterlingnya, bayangkan 10.000 poundsterling jumlah yang sangat-sangat ga banyak kalo di rupiahin hehe.
Karna kehilangan duit yang banyak itu membuat Penelope merahasiakan semua persiapan pernikahannya dari sang calon suami. Penelope mencari banyak pekerjaan tambahan untuk mengganti duit yang hilang itu, karna dia berpikir pernikahannya masih satu tahun lagi, jadi dia masih bisa mengumpulkan uang yang hilang itu. Eh sialnya lagi neneknya si Mark minta kalau pernikahan mereka dipercepat menjadi 3 bulan kedepan. Untungnya Penelope punya banyak akal, dia berhasil mengatasi biaya yang minim ini untuk sebuah pernikahan yang diimpikan dengan menjadi relawan disebuah musium yang dimana akan dijadikan tempat untuk resepsi pernikahan. Bukan hanya itu saja Penelope juga ikut perkumpulan untuk menghilangkan kecanduannya akan judi, dia juga mengikuti kelas merangkai bunga.
Banyak hal yang dilakukan Penelope untuk mewujudkan pernikahan tersebut terutama berbohong ke Mark calon suaminya. Ada saja alasan yang di katakan Penelope ketika Mark menanyakan tentang persiapan pernikahannya.
Beberapa minggu sebelum hari pernikahan mereka, nenek Mark tak sengaja melihat Penelope terlihat mesra dengan seseorang padahal orang tersebut adalah mentor Penelope di perkumpulan yang diikutinya. Neneknya langsung menceritakan apa yang dia lihat ke Mark. Dia pun emosi dan meninggalkan Penelope tanpa mau mendengarkan penjelasan Penelope.
Ketika hari pernikahan tiba, beberapa menit sebelum pemberkatan berlangsung Mark belum juga datang, karna putus asa Penelope naik ke mimbar untuk menjelaskan kepada para undangan bahwa dia batal menikah dengan Mark. Eh tak disangka ternyata Mark datang, akhirnya pernikahanpun berjalan dengan lancar. Pernikahan yang diimpakan Penelope pun terwujud walaupun dengan biaya yang minim.
Pesan yang gue bisa ambil dari novel ini itu bahwa jujur itu penting walaupun menyakitkan dan jauh-jauh dari yang namanya judi walaupun sangat menggiurkan ketika menang.
Sorry kalo bahasanya jelek dan kacau. Gue baru mau memulai untuk menulis dan gue sangat berterima kasih banget kalo kalian yang ngebaca mau memberi gue masukan :).
Karna kehilangan duit yang banyak itu membuat Penelope merahasiakan semua persiapan pernikahannya dari sang calon suami. Penelope mencari banyak pekerjaan tambahan untuk mengganti duit yang hilang itu, karna dia berpikir pernikahannya masih satu tahun lagi, jadi dia masih bisa mengumpulkan uang yang hilang itu. Eh sialnya lagi neneknya si Mark minta kalau pernikahan mereka dipercepat menjadi 3 bulan kedepan. Untungnya Penelope punya banyak akal, dia berhasil mengatasi biaya yang minim ini untuk sebuah pernikahan yang diimpikan dengan menjadi relawan disebuah musium yang dimana akan dijadikan tempat untuk resepsi pernikahan. Bukan hanya itu saja Penelope juga ikut perkumpulan untuk menghilangkan kecanduannya akan judi, dia juga mengikuti kelas merangkai bunga.
Banyak hal yang dilakukan Penelope untuk mewujudkan pernikahan tersebut terutama berbohong ke Mark calon suaminya. Ada saja alasan yang di katakan Penelope ketika Mark menanyakan tentang persiapan pernikahannya.
Beberapa minggu sebelum hari pernikahan mereka, nenek Mark tak sengaja melihat Penelope terlihat mesra dengan seseorang padahal orang tersebut adalah mentor Penelope di perkumpulan yang diikutinya. Neneknya langsung menceritakan apa yang dia lihat ke Mark. Dia pun emosi dan meninggalkan Penelope tanpa mau mendengarkan penjelasan Penelope.
Ketika hari pernikahan tiba, beberapa menit sebelum pemberkatan berlangsung Mark belum juga datang, karna putus asa Penelope naik ke mimbar untuk menjelaskan kepada para undangan bahwa dia batal menikah dengan Mark. Eh tak disangka ternyata Mark datang, akhirnya pernikahanpun berjalan dengan lancar. Pernikahan yang diimpakan Penelope pun terwujud walaupun dengan biaya yang minim.
Pesan yang gue bisa ambil dari novel ini itu bahwa jujur itu penting walaupun menyakitkan dan jauh-jauh dari yang namanya judi walaupun sangat menggiurkan ketika menang.
Sorry kalo bahasanya jelek dan kacau. Gue baru mau memulai untuk menulis dan gue sangat berterima kasih banget kalo kalian yang ngebaca mau memberi gue masukan :).

