Sunday, March 24, 2013

Review Sony PD 177



Kali ini gue mau ngebahas bagian – bagian yang ada di Sony PD 177. Ini gue buat berdasarkan apa yang gue tahu, maaf kalo ada yang ga sesuai hehehe. Sony PD 177 memiliki banyak sekali bagian. Gue akan ngejelasin dari bagian lensa terlebih dahulu. Pada lensa ada beberapa bagian yaitu Lens Hood, Fokus Ring, Zoom Ring, Iris Ring.
1. Lens Hood itu berfungsi untuk mengahalangi cahaya yang masuk ke dalam kamera agar    gambarnya tidak terlalu tertimpa cahaya langsung yang membuat gambar menjadi sangat terang dan juga sebagai pelingdung lensa jika terjatuh.  
2. Fokus Ring itu berfungsi untuk mengatur fokus pada objek yang di inginkan kalau menggunakan Fokus Ring yang di bagian lensa itu berarti kita sedang mengatur fokus secara manual.
3. Zoom Ring itu berfungsi untuk memperlebar atau mempersempit jarak pandang, pada kamera sony pd 177 ada 3 bagian yang bisa mengatur zoom ada di bagian lensa, kanan kamera dan di bagian atas. 
4. Iris Ring untuk mengatur diafragma
Kamera Sony PD 177 ini terdiri dari bagian kanan, kiri atas dan belakang. 
Pada bagian kanan ada tombol yang di gunakan untuk menyalakan kamera, merekam gambar yang ingin di rekam (record) penyangga / pegangan yang memungkinkan kita untuk memegang kamera tersebut, kita bisa mengatur tempat penyanggah itu sesuai kenyamanan kita saat memegang kamera. Ada pula tombol untuk mengatur zoom (in dan out).
Pada sebelah kiri ada 4 bagian filter yaitu tombol off, 1 ,2 dan 3. Jika kita berada di dalam ruangan sebaiknya filternya menggunakan off, lain hal jika kita berada di luar ruangan dan berada pada terik matahari, sebaiknya filternya menggunakan atau di pindahkan ke angka 3. Ada juga tombol untuk mengatur fokus (manual atau auto). Ada juga tombol menu, white balance untuk mengatur intensitas warna, Picture Profile, dll.
Pada bagian atas ada
1.  Layar lcd yang dimana kita dapat melihat gambar yang ingin kita rekam. 
2.  Tombol untuk mengatur zoom untuk memperlebar dan mempersempin pandangan .
3.  Tombol untuk merecord untuk merekam gambar yang diinginkan.
4.  Internal mic bukan hanya internal mic saja kita juga bisa menggunakan eksternal mic, kita bisa menggunakan 2 eksternal mic.
Pada bagian belakang ada
1.  View finder yang digunakan untuk melihat gambar yang kita ambil. 
2.  Tempat batre untuk menaruh batre jika kamera di gunakan di luar ruangan.
Inilah sekilas tentang kamera Sony PD 177.

Wednesday, March 20, 2013

Rumput Tak Goyah

Suket! Pernah kah kalian mendengan kata ini?Kalo gue iya gue baru pertama kali denger yang namanya suket. Suket sendiri berarti rumput atau tanaman liar. Gue tahu suket pertama kali ketika menonton film ini. Jujur pertama kali gue nonton film ini gue agak sedikit bingung, film ini ngebahas tentang apa. Tapi setelah gue menonton film ini lagi gue pun paham ya walupun cuman sedikit hehehe.

Rumput merupakan filosofi bahwa hidup harus terus berjalan. Kita diajarkan bahwa kita tidak boleh putus asa karena hidup akan terus berjalan dan pasti akan berubah jika kita melakukan perubahan itu. Suket melambangkan kesabaran. Suket dapat hidup dimana saja tanpa menjadi benalu bagi sekitarnya dia dapat berdiri sendiri walaupun dia tidak indah.

Film ini menceritakan tentang kisah dari seorang dalang wayang yang menggunakan suket atau rumput sebagai objek pewayangannya. Dalam setiap pementasan Ki Slamet Gundono pasti menyelipkan humor yang membuat orang tidak bosan melihat dia mendalang. Tidak seperti wayang kebanyakan yang di bawakan secara serius tapi beliau memberikan sentuhan humor dalam setiap aksinya dan menurut gue ini menarik dan berbeda (out of the box).

Ki Slamet Gundono sudah menerapkan nilai yang ada di suket itu sendiri dalam kehidupannya sehari - hari. Dari film ini kita di ajarkan untuk hidup seperti suket yang memiliki kesabaran dalam menghadapi sesuatu dan tidak menjadi beban bagi orang - orang sekeliling kita.

Sunday, March 10, 2013

Bahagia Itu Sederhana


Pasar Malam. Ya ini lah yang akan gue bahas kali ini. Pasar malam ini terletak di kawasan Pendidikan Telkom. Ini pertama kalinya ada pasar malam selama 1,5 tahun gue menimba ilmu disini. Pasar malam adalah hiburan murah bukan hanya bagi kami para mahasiswa tapi juga bagi masyarakat Dayeuh Kolot. Pasar malam ini terletak disebuah bidang lahan kosong yang sebelumnya merupakan tempat sampah. Ya karna pasar malam ini dibangun diatas lahan bekas tempat sampah jadi membuat pasar malam ini agak sedikit kotor dan bau, masih banyak sampah tergeletak begitu saja.

Di pasar malam ini kebanyakan diisi oleh pedagang - pedagang baju. Tapi bukan hanya itu saja tapi juga ada beberapa permainan seperti kora - kora, bianglala, mancing ikan ( bagi anak kecil ). Ketika gue datang ke sana, nampak ramai sekali oleh warga masyarakat Dakol yang datang bersama keluarga dan teman mereka. Anak - anak kecil nampak senang sekali ketika mereka bisa memancing ikan ( ikan mainan ), walaupun ikan itu hanya ikan mainan tapi mereka senang, mereka merasa seperti lagi memancing ikan beneran hahaha.

Salah satu permainan yang membuat gue deg - degan ketika melihatnya yaitu permainan kora - kora. Permainan ini memang tidak besar seperti yang ada di Dufan. Yang membuat kora - kora ini menarik, ketika akan memulai permainan kita akan mendengan suara kapal yang akan pergi berlabuh seolah - olah kita dibawa untuk mengarungi lautan hahaha.


Bukan hanya kora - kora saja yang menarik perhatian gue tapi juga bianglala. Yang membuat bianglala ini menarik apa lagi ketika malam karna di bianglala itu ada lampu yang mengelilingi sehingga membuat efek bianglala itu menjadi menarik.

Yang perlu kita tahu bahwa permainan di pasar malam ini tidak safety jadi kita harus berhati - hati ketika naik ke permainan itu. Jika kita takut lebih baik tidak usah naik.

Bahagia itu sederhana ketika gue dateng ke pasar malam melihat orang - orang dateng bersama keluarga dan teman - teman, melihat mereka bahagia menikmati permaian murah itu ( membuat gue jadi kangen sama orang rumah). Bahagia itu sederhana ketika hanya dengan 5rb bisa membuat kita teriak dan tertawa lepas bersama teman dan keluarga.
*mak pak anak mu kangen :")

Bencana Dahsyat


Ini adalah kisah dari saudara kita yang tinggal di Aceh paska menghadapi bencana tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 lalu. Tsunami sangat dahsyat efeknya bagi warga Aceh banyak dari mereka yang kehilangan sanak keluarganya karena bencana itu.

Murnawar adalah seorang anak laki - laki korban bencana Tsunami itu. Dia juga sempat menyaksikan betapa dahsyatnya bencana itu berhasil memporak - porandakan Aceh. Nampak dalam video ini dia terlihat murung (sedih) ketika menceritakan kejadian yang dia alami dan apa yang dia lihat ketika Tsunami itu menimpa Aceh.



Aceh ini sebenarnya tidak pernah sepi dari konflik.  Ada bibit – bibit permusuhan antar sesama warga Aceh (menurut apa yang dikatakan oleh Tgk Reza Idira). Ada kesenjangan sesame warga Aceh. “Dibuktikan ketika tsunami ini datang, tsunami ini seperti gagal untuk membuat perubahan bagi warga Aceh. Dalam 2 minggu pertama tidak ada rasa solidaritsa untuk mengangkat mayat - mayat “ menurut  Tgk Reza Idira.


Walaupun mereka sempat menghadapi bencana yang sangat besar, mereka tetap tidak melupakan Tuhan. Justru dengan adanya bencana ini mereka diingatkan untuk tetap berserah kepada Tuhan. Mungkin dari kejadian ini warga aceh diingatkan untuk hidup saling rukun dengan sesama. 


Semoga kejadian ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk warga Aceh agar mereka bisa memulai untuk hidup rukun, tidak acuh tak acuh lagi. Bukan hanya menjadi pelajaran untuk warga Aceh saja tapi ini juga menjadi pelajaran untuk kita semua agar kita hidup harus saling menjaga kerukunan antar sesama dan tetap berserah kepada Tuhan walaupun kita sedang tertimpa musibah. Melalui kejadian ini kita belajar bahwa jika Tuhan sudah berkehendak kita manusia tidak bisa menolaknya tapi hanya bisa menerima dan pasrah.

Saturday, March 9, 2013

Fanny dan Gadgetnya

Siang ini setelah selesai kelas gue ke kantin Poltek bersama Dena, Prima, Manda. Ketika di kantin kita duduk disebelah Fanny dan Icha yang kebetulan hanya kursi disebelah mereka aja yang kosong. Fanny dan Icha adalah temen gue ketika gue di semester 1 dan 2. Kali ini gue akan ngebahas Fanny, maaf ya Icha gue ga ngebahas elo haha ( karena disuruhya cuman 1 si). Kenapa gue lebih memilih Fanny karena hari ini dia tampak berbeda, rambutnya sudah tidak panjang lagi (dipotong pendek). Gue merasa kalo dia jadi tampak sangat beda sekali jadi agak lebih feminim. Muka Fanny pun agak berubah, sekarang jadi jerawatan beda ketika di semester 1 dan 2 ketika gue sekelas dengan dia.

Eits tapi kali ini gue ga akan ngebahas tentang penampilannya tapi gue akan ngebahas tentang apa yang dia lakukan selama di kantin Poltek. Siang ini dia makan tahu gejrot. Satu tangan memegang garpu dan tangan satunya lagi memegang gadget. Gue ga tau persis gadget apa yang dia pegang soalnya casing gadgetnya menutupi merek gedget yang dia pakai hehe. Bisa ya dia makan satu tangan megang garpu trus satu tangannya lagi megang gadget. Dia nampak serius dengan gadgetmya itu, enatah apa yang dia lakukan dengan gadgetnya itu. 

Mahasiswa jaman sekarang susah banget lepas dari gadget yang mereka miliki. Walaupun lagi makanpun mereka tidak mau lepas dari gadgetnya. Paling juga cuman dipake buat twitteran, bbm, whatsapp, line, dll. Mahasiswa jaman sekarang kalau sudah punya gadget baru pasti ga akan pernah lepas deh dari gadgetnya. Coba deh disuruh satu hari ga megang gadget pasti ga bisa. 5 menit ga megang aja udah pada galau tuh hahaha.

*sorry ya Fanny jadi objek buat nulis hehehe

Sunday, March 3, 2013

Dia Yang Tak Kenal Lelah




Ini adalah sebuah kisah dari seorang Maestro Tari Topeng yang berasal dari Indramayu. Ia adalah Mimi Rasinah seorang wanita yang lahir di Indramayu, 3 Februari 1930. Mimi Rasinah telah menari sejak beliau kecil. Mimi Rasinah telah melanglang buana ke beberapa Negara di dunia seperti Jepang dan Prancis. Walaupun beliau pernah tampil di luar negri, beliau tidak somong dan tetap hidup sederhana. Beliau tidak pelit membagi ilmunya, karena itu beliau membangun sanggar tari di tempat tinggalnya. Tujuannya adalah supaya kesenian Tari Topeng tetap lestari dan banyak anak – anak yang bisa mewarisi seni Tari topeng ini.







Menonton video ini saya sangat terharu dengan apa yang dilaukan oleh Mimi Rasinah untuk melestarikan Tari Topeng ini. Video ini di garap secara apik dari segala aspeknya. Teknik pengambilan gambar menurut saya sudah cukup bagus dan cara pengeditannya pun sudah bagus sehingga bisa menyatukan gambar yang di ambil oleh kameraman dan alurnya juga bagus. Editor mampu menyatukan gambar dengan alur dan audionya pun sudah cukup jelas.

Ada beberapa hal yang bisa saya dapat dari video ini bahwa jika kita sudah sukses tetaplah menjadi orang yang sederhana dan hidup apa adanya, sebagai generasi muda haruslah kita mencintai dan melestarikan budaya Indonesia karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan mewarisi budaya Indonesia. Kalau kita tidak mewarisi dan mencintai budaya Indonesia pasti nanti ada saatnya dimana budaya kita lenyap dan bahkan mungkin diakui oleh Negara lain, seperti beberapa budaya yang kita miliki sempat di klaim oleh Negara tetangga.
Menurut apa yang saya baca di internet Mimi Rasinah meninggal pada tanggal 7 Agustus 2010. Indonesia pun kehilangan maestro Tari Topeng terbaik, semoga ada bibit baru yang bismenjadi Maestro Tari Topeng yang baru seperti Ibu Mimi Rasinah.