Ini adalah kisah dari saudara kita yang tinggal di Aceh paska menghadapi bencana tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 lalu. Tsunami sangat dahsyat efeknya bagi warga Aceh banyak dari mereka yang kehilangan sanak keluarganya karena bencana itu.
Murnawar adalah seorang anak laki - laki korban bencana Tsunami itu. Dia juga sempat menyaksikan betapa dahsyatnya bencana itu berhasil memporak - porandakan Aceh. Nampak dalam video ini dia terlihat murung (sedih) ketika menceritakan kejadian yang dia alami dan apa yang dia lihat ketika Tsunami itu menimpa Aceh.
Aceh ini sebenarnya tidak pernah sepi dari konflik. Ada bibit – bibit permusuhan antar sesama warga Aceh (menurut apa yang dikatakan oleh Tgk Reza Idira). Ada kesenjangan sesame warga Aceh. “Dibuktikan ketika tsunami ini datang, tsunami ini seperti gagal untuk membuat perubahan bagi warga Aceh. Dalam 2 minggu pertama tidak ada rasa solidaritsa untuk mengangkat mayat - mayat “ menurut Tgk Reza Idira.
Walaupun mereka sempat menghadapi bencana yang sangat besar, mereka tetap tidak melupakan Tuhan. Justru dengan adanya bencana ini mereka diingatkan untuk tetap berserah kepada Tuhan. Mungkin dari kejadian ini warga aceh diingatkan untuk hidup saling rukun dengan sesama.
Semoga kejadian ini menjadi
pelajaran yang sangat berharga untuk warga Aceh agar mereka bisa memulai untuk
hidup rukun, tidak acuh tak acuh lagi. Bukan hanya menjadi pelajaran untuk warga
Aceh saja tapi ini juga menjadi pelajaran untuk kita semua agar kita hidup
harus saling menjaga kerukunan antar sesama dan tetap berserah kepada Tuhan
walaupun kita sedang tertimpa musibah. Melalui kejadian ini kita belajar bahwa jika Tuhan sudah berkehendak kita manusia tidak bisa menolaknya tapi hanya bisa menerima dan pasrah.




No comments:
Post a Comment