Friday, August 26, 2016

Bayangan Tentang Operasi

Pagi itu gue dibawa oleh dua orang perawat menuju tempat yang paling menakutkan menurut gue, yaitu ruang operasi. Belum pernah sebelumnya gue masuk ke dalam ruang operasi walaupun gue sempat kerja di sebuah rumah sakit besar dikota ini. Gue hanya memiliki banyangan tentang ruang operasi seperti apa hanya dari film dan drama yang pernah gue tonton sebelumnya.

Sebelumnya gue mau cerita dulu kenapa sampe gue akhirnya memutuskan untuk yasudahlah rela aja di operasi dari pada sakit gue makin parah, ditambah denger pengalaman orang-orang yang menjalani operasi yang sama seperti gue. Dari dulu itu gue sering banget bersin dan pilek udah masuk katergori ga wajar sih, kalo ga salah inget sih gue mulai sering bersin-bersin dan pilek dari jaman SMP entah kelas 2 atau kelas 3 gitu, lupa. Gue kalo ketemu sama temen-temen lama gue dan kebetulan lagi pilek, pasti mereka bilang "gila, pilek mulu sih wil ga sembuh-sembuh" gue ya hanya bisa menjawab pertanyaan itu dengan "iya nih, ga tau" (sambil ketawa-ketawa). 

Puncaknya dimana gue kesel banget sama orang-orang yang sering banget ngomong "pilek mulu sih, berobat sana" saat gue kerja disebuah rumah sakit besar dikota ini. Sebenarnya lumayan juga kalo berobat ga perlu keluarin duit hanya berbekal tanda tangan supervisor dan hrd aja. Nah suatu hari gue memutuskan untuk berobat, ketemu sama salah satu dokter umum, gue langsung ceritain keluah gue ke doi, nah gue pikir gue bakalan langsung di rujuk ke THT eh ternyata langsung dikasih resep sama doi. Resepnya sih ampuh tapi ya gitu cuman sesaat doang. Seminggu kemudian kambuh lagi dan lagi-lagi geu ditanyai pertanyaan yang sama, bete banget tapi ya gue cuman senyumin aja orangnya.

Selama gue kerja dirumah sakit gue sering ketemu dengan orang-orang yang memiliki keluahan yang sama seperti gue, dan gue pun berusaha untuk mencari tau cerita dari masing-masing orang. Ada orang yang sama sekali ga berani operasi jadi dia fisioterapi (uap), tapi fisioterapi itu juga bukan hanya sekali tapi lebih dari 10 kali dan kalo lo melewatkan 1 hari lo harus menghitung ulang kebali dari awal. Ada juga yang memutuskan untuk dioperasi saja (itu dalam kondisi doi baru selesai operasi 2 minggu sebelumnya) dan katanya enak kok abis dioperasi, jadi lega. Nah yang bikin gue males opreasi karena ada salah satu orang yang pernah dioperasi bilang kalo doi sering pendarahan ketika selesai operasi (doi operasi maret dan agustus baru berheni pendarahannya) serem kan ya, walaupun ga tiap hari pendarahan tapi yang ngebuat seremnya lagi kalo pendarahan itu darahnya keluarnya kaya gumpalan kecil gitu. 

Akhirnya suatu hari gue memutuskan untuk memberanikan diri di operasi (setelah bertapa yang lama hahaha, ga deng, setelah gue berdoa minta sama Tuhan supaya gue berani untuk operasi).

Nah memasuki ruangan operasi gue diminta untuk ganti baju operasi sama perawat yang mengantar gue, sangking deg-deg.annya gue sampe hampir nangis dan tangan gue dingin banget (sebemernya karena ruang operasinya memang dingin banget. Setelah perawat itu pergi gue duduk dulu sebentar di kursi ditempat ganti baju itu, gue berdoa supaya Tuhan memberikan kelancaran selama operasi berlangsung. Ga berapa lama gue dipanggil sama salah satu perawat di ruang operasi dan diantar menuju kamar operasi, selama perjalanan gue masuk ke ruang operasi gue melihat seorang ibu hamil yang sedang berdiri dengan infus ditangannya (mungkin menunggu dokternya datang), semakin kedalam gue bertemu lagi dengan 2 orang yang habis diopreasi (menunggu mereka sadar dan dibawa kembali ke ruang perawatan). Tiba dikamar oprasi gue langsung disuruh naik ke atas "tempat tidur" sebelum gue disamperin sama dokter Anastesinya gue memperhatikan dengan seksama kamar oprasi itu, sama seperti apa yang gue liat di film dan drama yang sering gue tonton, ya walaupun alat-alatnya ga secanggih yang di film dan drama (ya iyalah namanya juga film). 

Ga lama seorang lelaki datang menghampiri gue, doi adalah dokter Anastesi yang dua hari sebelumnya sudah gue temui untuk konsultasi masalah operasi. Dokter ga datang sendiri doi dateng dengan 2 perawat, sebelum gue tidak sadarkan diri gue sempet bercanda dengan mereka bertiga sampe ketawa ngakak. Akhirnya oprasi selesai, kenapa gue tau selesai soalnya tangan gue di jawil-jawil sama dokter Anastesinya, doi bilang "Mba wilda bangun mba, mba bangun, operasinya udah selasai, ayo mba bangun" karena gue masi ga bisa buka mata gue  karena memang berat banget buat buka mata gue pun hanya menjawab "iya" (dengan suara yang sangat lemas). Sebelum gue dipindahin ke ruang perawatan gue mendengan suara tangisan anak kecil dari ruangan sebelah, ternyata ibu yang tadi sudah melahirkan.

Butuh waktu sekitar 2 jam unntuk gue bener-bener sadar seutuhnya. Waktu gue bangun gue udah pengen minta minum sama nyokap soalnya haus banget tapi ya gue belum boleh minum sampe gue kentut, sedih banget. 2 jam kemudia gue pun kentut dan gue pun bisa minum walaupun ga boleh banyak-banyak.

Oh iya gue belum bilang ya gue oprasi apa? Gue operasi sinusitis. Apa sih sinusitis itu? Dari yang pernah gue baca, sinusitis bersal dari kata sinus yang berarti rongga dan istis yang berarti radang. Jadi sinustis berarti adanya peradangan pada sinus yang terletak di samping kanan, kiri, bawah dan bagian atas rongga hidung. Sinus adalah rongga kosong dalam tulang tengkorak kepala kita pada daerah sekitar hidung ini berfungsi mengalirkan lendir ke rongga hidung. Sinusitis bisa terjadi pada salah satu keempat sinus yang ada yaitu sinus masilaris yang ada di bagian samping kanan dan kiri hidung (ini sinud yang gue alami). Gejala sinusitis ini baisanya di tandai dengan batuk, hidung seperti tersumbat, Gigi yang terinfeksi juga bisa membuat sinus ikut terinfeksi.



Jadi gue sangat menarakan ke temen-temen semua jangan pernah menyepelehkan sakit, karena sehat itu mahal harganya :)

No comments:

Post a Comment